Adat, Tradisi, Agama, Budaya Hindu Bali

Senin, 23 Mei 2022

AGAMA HINDU | MAKALAH STUDI AGAMA-AGAMA

 MAKALAH

STUDI AGAMA-AGAMA

AGAMA HINDU

https://drive.google.com/file/d/14O9nvSIxwJeYPTm7QXgS6WyHjLcZsl2K/view?usp=drivesdk

NAMA KELOMPOK 2 :

1. NI KADEK DWI SEPSI ANTARI

(211074)

2. NI KOMANG SUPRIANI 

(211081)

3. I GEDE ADI SURYA DHARMA 

(211096)

4. I GEDE ARISTANA 

(211095)

5. I KOMANG TRISNU INDRAWAN

(211094)

6. ANGELIKA SANGARI 

 (211068)

7. NI PUTU PANDE EMIYANTI 

 (211080)

8. NI KADEK SRI YULIANTINI 

 (211073)

PENDIDIKAN AGAMA HINDU

STKIP AGAMA HINDU AMLAPURA


MAKALAH STUDI AGAMA-AGAMA “ PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA“

 MAKALAH STUDI AGAMA-AGAMA

“ PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA “

https://drive.google.com/file/d/14Fe5-XiQQ55gdzQzcKXPIKLA8HxVWYQN/view?usp=drivesdk




NAMA KELOMPOK:

NI PUTU FERRY VALENTINA (211116)

NI LUH RIA RAHAYU PINATIH (211076)

I NENGAH BAYU SUTARJANA (211113)

I KADEK SUDIARSANA (211088)

I KOMANG AGUS WIRATNYANA (211093)

I GEDE AGA JUNIANTARA (211092)

I NYOMAN TUNAS ADI SENTANU (211108)

NI PUTU SEPTIANI (211110)










KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat IDA SANG HYANG WIDHI WASA  atas asungkertha waranugraha-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Paparan materi yang kami sajikan dalam makalah ini pengacu pada Perkembangan Agama Kristen Di Indonesia.

Makalah ini membahas tentang Pendidikan dan Solusinya. Selama pelaksanaan penyusunan makalah ini, saya tidak lepas dari kesulitan dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Namun atas bantuan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Maka dari itu, dengan rendahan hati saya ucapkan terimakasih.

       Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. 










Ababi, 18 Mei 2022



 Penulis  Kelompok Kami


DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI 0

BAB I 1

PENDAHULUAN 1

1. Latar Belakang 1

2. Rumusan Masalah 1

BAB II PEMBAHASAN 2

1. Sejarah Agama Kristen Di Dunia 2

2. Sejarah Agama Kristen Di Indonesia 3

3. Lahirnya Agama Kristen 4

4. Penyebaran Agama Kristen 7

BAB III PENUTUP 10

1. Kesimpulan 10

2. Saran 10

DAFTAR PUSTAKA 11










BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kelahiran agama Kristen diyakini oleh umatnya sangat panjang, bahkan diyakini kisahnya sudah dimulai sejak manusia masih berada di Taman Edhen. Walau awalnya bukan bernama agama Kristen namun hakikat ajaran yang kemudian membangun Kekristenan diyakini telah dimulai sejak awal penciptaan. Sebagaimana kitab Injil Kristen menguraikan tentang Adam dan Hawa sebagai manusia pertama di dunia, maka sejak itu Kekristenan dianggap telah menjadi bagian dari sejarah manusia. Walaupun demikian, namun struktur bentuk dan sistem pengajaran kitab sucinya belum terpola dan sesistematis seperti yang ada sekarang ini. Hal ini sangat sesuai dengan kemapuan dan evolusi pikiran manusia. Dengan demikian maka ajaran dan bentuk pengajaran Kristen disesuaikan terus sesuai dengan situasi dan kondisi  perkembangan dan tuntutan zaman. Hal ini nampak jelas ketika belajar teologi Kristen.

Agama Kristen lahir sebagai koreksi terhadap bentuk kepercayaan dan ritual yang dilakukan oleh Gereja Katolik Roma. Walaupun Agama Kristen sebagai bentuk koreksi terhadap agama Katolik, namun agama Kristen diyakini memiliki sejarah tersendiri. Indonesia juga menjadi salah satu sasaran penyebaran agama Kristen oleh bangsa barat pada masa itu, Indonesia masih dikenal dengan sebutan Negara india atau hindia. Masuknya agama Kristen ke Indonesia berawal dari bangsa portugis yang mendarat di aceh, kemudian ke wilayah timur Indonesia dan penyebaran agama Kristen kemudian lebih berkembang di wilayah timur Indonesia.

Rumusan Masalah

Bagaimana sejarah perkembangan agama kristen ?

Bagaimana Agama kristen masuk ke Indonesia ?

Tujuan Permasalahan 

Kita dapat mengetahui sejarah perkembanan agama kristen di indoenesia.

Kita dapat mengetahui tentang bagaiman cara agama kristen masuk ke Indonesia.


BAB II

PEMBAHASAN


SEJARAH AGAMA KRISTEN DIDUNIA 

Sebagai agama terbesar di dunia yang memiliki banyak pemeluk, tentunya agama Kristen merupakan agama yang memiliki sejarah cukup panjang. Layaknya agama lainnya di dunia ini, agama Kristen juga menjadi agama yang telah diturunkan selama berabad-abad dan tetap sama hingga kini.

Agama Kristen berawal dari sebuah kota kecil di Yerusalem kemudian berkembang setelah kelahiran Yesus hingga kematiannya. Kelahiran hingga kematian dari Yesus serta kenaikan Yesus ke surga menjadi awal mula serta intisari dari kekristenan yang dipeluk oleh sebagian orang di dunia ini.

Setelah munculnya perjanjian baru kemudian agama Kristen mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia yang kebanyakan dibawa oleh para penjajah seperti bangsa Spanyol, Portugis dan Belanda yang menjajah Negara-negara di kawasan Asia hingga di kawasan Afrika.

Penyebaran agama Kristen yang dilakukan oleh para pendeta di masa itu disebut dengan glory atau memperluas penyebaran agama Kristen ke wilayah-wilayah baru.Dalam agama Kristen terdapat beberapa hal utama yang menjadi pilar dari agama Kristen itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut :

Yesus kristus : dalam ajaran agama Kristen, yesus kristus diyakini oleh umat Kristen sebagai anak Allah. Ajaran, mukjizat, kelahiran, kematian, kebangkitan dan penebusan tertulis di dalam tulisan suci yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk mereka yang ingin mengikuti keteladanan yesus yang sempurna. Selain itu, menurut kepercayaan umat Kristen satu-satunya cara untuk disucikan dari dosa adalah melalui pertobatan dalam kristus yang berharga.

Alkitab : alkitab ini harus dibaca dan dianalisis karena di dalam alkitab terdapat firman allah yang harus diyakini, di ilhami, dan merupakan bentuk kesempurnaan. Akitab ini tidak ditulis dengan menggunakan kertas dan pena melainkan dengan mengilhami 40 pria yang berbeda yang ditugaskan untuk mengisi kata-kata tersebut dengan roh kudus.

Baptis : baptis dilakukan dengan menggunakan air yakni dengan cara disiramkan ke seseorang yang akan dibaptis. Baptis sendiri merupakan suatu simbol untuk mensucikan diri dari dosa-dosa saat mereka dilahirkan, biasanya umat Kristen melakukan pembaptisan ketika masih anak-anak.

Tritunggal : dalam ajaran agama Kristen meyakini bahwa satu tuhan memiliki 3 kepribadian yang berbeda dan hidup berdampingan yaitu Bapa, Putra serta Roh Kudus.

Alkitab sebagai pilar utama dari ajaran agama Kristen memiliki sejarah dan rahasianya sendiri.

Sejarah Agama Kristen di Indonesia

Agama Kristen pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau lebih tepatnya sekitar tahun 645 Masehi, melalui gereja timur Assyria yang berada di dua tempat yaitu di daerah pancur yang sekarang disebut daerah Deli Serdang serta daerah Barus yang sekarang merupakan daerah Tapanuli tengah yang keduanya berada di wilayah sumatera. Sejarah masuknya Kristen di Indonesia juga tercatat oleh buku seorang ulama bernama Syaikh Abu salih Al-Armini, dalam buku tersebut tercatat ada beberapa gereja di seluruh wilayah persebaran agama Kristen di seluruh dunia yang tersebar di beberapa wilayah diantaranya di Mesir, Abyssia, Afrika Barat, Nubia, Spanyol, Arab dan India.

Ada sekitar 707 gereja dan 181 monasteries yang mana salah satu gerejanya ada di Indonesia, saat itu Indonesia masih disebut sebagai wilayah India oleh bangsa barat. Gereja yang pertama ada di Indonesia adalah gereja Ortodoks, hal ini ditandai dengan corak gereja Nestorian di daerah Barus, Mandailing, Sumatera Utara. Katolik Roma pertama kali tiba di Indonesia pada tahun 1511 tepatnya tiba di Aceh, kemudian pada tahun 1534 tiba di kepulauan Maluku yang dibawa oleh orang Portugis yang menyebarkan agama Kristen di nusantara. Pembawa agama Kristen ke kepulauan Maluku adalah seorang bernama Fransiscus Xaverius yang merupakan seorang misionaris katolik Roma dan pendiri ordo Yesuit. Diketahui Fransiskus Xaverius ini bekerja dan ditugaskan di kepulauan Maluku untuk menyebarkan agama Kristen.

Pada tahun 1960 ketika aliran komunisme dilarang, banyak etnis Tionghoa di Indonesia yang mengaku-ngaku sebagai pemeluk agama Kristen agar tetap aman dan tidak melanggar aturan pemerintah. Namun lambat laun akhirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia banyak yang memeluk agama Kristen dan bahkan menjadi agama mayoritas etnis Tionghoa di Indonesia saat ini. Meskipun merupakan agama yang minoritas di Indonesia, namun agama Kristen tetap diterima baik oleh bangsa Indonesia dan bahkan menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Pemeluk agama Kristen di Indonesia juga memiliki hak yang sama dengan pemeluk agama lain sehingga tidak ada perbedaan antara agama yang satu dengan agama yang lainnya.

Persebaran agama Kristen di Indonesia bisa di bilang banyak mendominasi beberapa provinsi terutama provinsi Sumatera Utara dan provinsi di wilayah timur Indonesia seperti Papua, Maluku, NTT dan Sulawesi. Sampai saat ini agama Kristen di Indonesia masih menjadi agama dengan pemeluk terbanyak nomor dua setelah agama Islam.

Lahirnya Agama Kristen

Benih Agama Kristen sudah ada di bumi ini hampir 2000 tahun sebelum lahir ke muka bumi, yakni ketika Allah memanggil untuk menjadi berkat bagi segala bangsa (Kej. 12:1-3).Agama Kristen lahir ketika Firman Allah menjadi manusia yang dalam diri Yesus Kristus dan tinggal bersama dengan manusia (Yoh. 1:14). Dan manusia menerima Dia dan diangkat menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Ketika Yesus menyelesaikan karya penyelamatan Allah melalui kematian-Nya di kayu salib, bangkit dari antara orang mati, naik ke sorga dan bersama dengan Allah Bapa mengutus Roh Kudus ke atas murid-murid-Nya pada hari pentakosta, maka resmi agama kristen lahir. Agama Kristen secara resmi lahir pada hari pentakosta di Yerusalem.

 Alasan Pemberian Nama Kristen

Nama Kristen bukanlah nama yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus, atau diberikan oleh murid-murid Tuhan Yesus. Nama itu merupakan ejekan yang diberikan oleh penduduk Antiokhia, Syiria kepada kelompok kecil orang-orang yang baru saja pindah ke kota itu pada Tahun 45M. Dari kesaksian Kisah Para Rasul 11:19-30 menunjukan bahwa pemberian nama kepada pendatang baru di kota itu. Mereka itu adalah murid-murid Yesus yang datang ke kota itu karena penganiayan besar yang mereka alami karena iman kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain mereka menjadi surat Yesus Kristus yang dibaca oleh penduduk Antiokhia, sehingga untuk pertama kalinya mereka disebut Kristen (Kis. 11:26). Dalam perkembangannya, nama Kristen diterima oleh orang-orang percaya sebagaik identitas diri tanpa merasa malu atau merasa rendah diri, tetapi diterima dengan sukacita dan kebanggaan diri pribadi dan persekutuan orang percaya dalam sejarah umat Kristiani.

Ciri Khas Agama Kristen

Wujud dari kasih Allah akan dunia ini maka agama Kristen lahir dan berkembang hingga kini. Agama Kristen sendiri ada di muka bumi karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga rela mengutus anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia (Yoh. 3:16). Jadi sebenarnya cirri khas agama kristen adalah kasih. Alkitab yang dimiliki oleh umat Kristen menjadi pedoman hidupnya adalah Kitab Suci Kasih. Seluruh isi Alkitab diringkas dalam Mat. 22:37-40 yang berbunyi,”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para Nabi.”

Penyebaran Agama Kristen di Indonesia

Pada masa era penjajahan, bangsa barat berlayar untuk berdagang ke wilayah-wilayah timur hingga ke Indonesia. Hal ini dikenal juga sebagai istilah gold, glory dan gospel, yang mana bangsa barat menjajah sambil mencari komoditas perdagangan sebanyak banyaknya, mencari kejayaan agar menjadi Negara yang paling unggul dan juga sambil menyebarkan agama Kristen ke wilayah perdagangannya ataupun ke wilayah penjajahannya.

Indonesia juga menjadi salah satu sasaran penyebaran agama Kristen oleh bangsa barat pada masa itu, Indonesia masih dikenal dengan sebutan Negara india atau hindia.Masuknya agama Kristen ke Indonesia berawal dari bangsa portugis yang mendarat di aceh, kemudian ke wilayah timur Indonesia dan penyebaran agama Kristen kemudian lebih berkembang di wilayah timur Indonesia. Namun ada teori juga yang menyatakan bahwa agama Kristen masuk ke Indonesia sudah ada sejak lama, jauh sebelum kedatangan bangsa portugis ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya catatan sejarah bangsa eropa yang menyebutkan bahwa ada sebuah gereja yang berdiri di wilayah India (Indonesia saat ini) yaitu di wilayah barus Tapanuli Tengah dan di wilayah Sumatera Utara.

Penyebaran agama Kristen di wilayah timur Indonesia diterima baik oleh masyarakat di sana, sehingga wilayah timur Indonesia menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki pemeluk agama Kristen terbanyak di Indonesia. Selain di wilayah timur Indonesia, agama Kristen juga banyak dipeluk oleh masyarakat keturunan etnis Tionghoa.

Pada tahun 60 an hingga tahun 70-an Indonesia melarang adanya aliran komunisme sehingga para masyarakat etnis tionghoa kemudian berpura-pura memeluk agama Kristen agar tidak melanggar aturan pemerintah tentang komunisme. Namun pada akhirnya sebagian etnis tionghoa kemudian benar-benar memeluk agama Kristen, meskipun tidak semuanya. Hampir sebagian besar etnis tionghoa di Indonesia saat ini memeluk agama Kristen. 

























BAB III

PENUTUP 

SARAN 

1.Bagi seluruh umat beragama marilah saling menghargai dan menghormati agar tetap terjaga kedamaian, juga mewujudkan apa yang diajarkan dalam agama masing-masing sehingga tidak terjadi perpecahan.

2. Bagi seluruh jemaat gereja HKBP agar semakin menghidupi dan menerapkan apa yang menjadi tritugas panggilan gereja yaitu: koinonia (bersekutu), diakonia (melayani) dan marturia (bersaksi). Dengan demikian konflik tidak akan terjadi, akan tetapi akan damai dan hidup rukun.

3. Bagi para penatua gereja HKBP khususnya, agar bisa menjadi teladan bagi seluruh jemaat melalui perkataan dan sikap yang sesuai agar bisa dicontoh dan di ikuti oleh jemaat. Dan juga memiliki ketegasan dalam mengambil setiap keputusan yang bijaksana dan baik. Tanpa adanya sikap yang diskriminasi dalam melayani seluruh jemaat namun melayani dengan motivasi yang tulus dan murni.

4. Bagi anggota jemaat HKBP tetap saling mengasihi dan menopang kekurangan sesama anggota, biar konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Kembali mengingat sejarah dan mengambil sisi positif yang dianggap berguna demi kebaikan bersama.

5. Bagi seluruh pelayan gereja agar bersikap terbuka bagi sesama, dengan demikian dapat mengetahui masalah yang dihadapi dan tidak da yang ditutup-tutupi demi kebaikan kerjasama. Lebih rendah hati dalam menghadapi setiap perbedaan, tentunya perbedaan sering menyebabkan terjadinya konflik.

6. Bagi pemerintah agar lebih bijaksana dalam mengatasi konflik internal yang dihadapai sebuah lembaga, demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

KESIMPULAN 

Dari pembahasan di bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Agama Kristen pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau lebih tepatnya sekitar tahun 645 Masehi, melalui gereja timur Assyria yang berada di dua tempat yaitu di daerah pancur yang sekarang disebut daerah Deli Serdang serta daerah Barus yang sekarang merupakan daerah Tapanuli tengah yang keduanya berada di wilayah sumatera. 

Meskipun merupakan agama yang minoritas di Indonesia, namun agama Kristen tetap diterima baik oleh bangsa Indonesia dan bahkan menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Pemeluk agama Kristen di Indonesia juga memiliki hak yang sama dengan pemeluk agama lain sehingga tidak ada perbedaan antara agama yang satu dengan agama yang lainnya. Persebaran agama Kristen di Indonesia bisa di bilang banyak mendominasi beberapa provinsi terutama provinsi Sumatera Utara dan provinsi di wilayah timur Indonesia seperti Papua, Maluku, NTT dan Sulawesi. Seiring berjalannya waktu dan saat ini agama Kristen di Indonesia menjadi agama dengan pemeluk terbanyak nomor dua setelah agama Islam.


















DAFTAR PUSTAKA

Siahaan, MS. 2013. “Perkembangan agama Kristen” https://www.google.com/search?q=kesimpulan+makalah+perkembangan+agama+kristen+di+indonesia&sxsrf=ALiCzsbN0kIvMRkK3W6LQ2euXLBtBMcY9g%3A1652849627432&ei=23uEYtqDGsS_8QO2jb2gBQ&ved=0ahUKEwia3aPXoOj3AhXEX3wKHbZGD1QQ4dUDCA0&oq=kesimpulan+makalah+perkembangan+agama+kristen+di+indonesia&gs_lcp=Cgdnd3Mtd2l6EAw6BwgjELACECdKBAhBGABKBAhGGABQAFiWIGDnNWgAcAB4AIABzwOIAeESkgEJMC44LjEuMC4ymAEAoAEBwAEB&sclient=gws-wiz (dikutip pada 23 Mei 2022).

Indonesia Investments Report. 2022. “Agama Kristen & Katolik di Indonesia” https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/agama/kristen-katolik/item249 (dikutip pada 23 Mei 2022). 








MAKALAH STUDI AGAMA-AGAMA “AGAMA ISLAM”

 MAKALAH STUDI AGAMA-AGAMA

“AGAMA ISLAM”

https://drive.google.com/file/d/14FPpyZ0Z1DLqKnSHSuU1MYrs3BDJ158-/view?usp=drivesdk








Oleh

Kelompok : 5

Nama Anggota Kelompok :

1. Ni Nyoman Ayu Gita Cahyani ( 211062 )

2. Kadek Tana Andriani ( 211063 )

3. Kadek Yogi Swari ( 211065 )

4. Ni Luh Sepiantari ( 211077 )

5. Ni Ketut Ratna Hevi Madona ( 211078 )

6. Ni Komang Novita Sari Dewi ( 211097 )

7. Yoni Putu Chrisvani ( 211120 )

8. Ida Ayu Putri Pidada Pradnyani ( 211122 )


STKIP AGAMA HINDU AMLAPURA

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

KATA PENGANTAR


 Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatNya Makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari pembaca dalam upaya penyempurnaan makalah ini. 

Semoga dengan adanya makalah ini mampu memberikan informasi mengenai Agama Islam di Indonesia, serta mampu memberikan pengaruh yang baik untuk menimbulkan rasa toleransi antar umat beragama di tengah perbedaan yang ada. 


Amlapura, 24 Mei 2022



Penulis 







                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   






DAFTAR ISI



COVER i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang 1

1.2.  Rumusan Masalah 2

1.3. Tujuan Penulisan Makalah 2

1.4. Manfaat Penulisan Makalah 2

BAB II PEMBAHASAN 4

2.1. Awal mula dari munculnya agama islam di Indonesia. 4

2.2. Sistem kepercayaan dari agama islam. 7

2.3. Perkembangan agama islam di Indonesia. 10

2.4. Kitab suci dari agama islam. 14

BAB III PENUTUP 16

3.1. Kesimpulan 16

3.2. Saran 16

DAFTAR PUSTAKA 17






BAB I

PENDAHULUAN


 Latar Belakang 

    Perkembangan agama Islam di Indonesia mencapai jumlah penganut yang begitu besar ternyata telah melalui sejarah yang sangat panjang. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia tersebut telah melalui berbagai periodisasi yang cukup menarik untuk kita ketahui.Sejarah dalam bahasa Indonesia berasal dari Melayu yang menyerap kata syajarah dari bahasa Arab yang berarti pohon, keturunan, asal-usul, silsilah dan riwayat. Kata ini masuk kedalam bahasa Melayu setelah akulturasi pada abad ke-13. Akulturasi yang kedua yaitu ketika masuknya kebudayaan barat pada abad ke-15 yang membawa kata historie (Belanda) history (Inggris) berasal dari bahasa Yunani, istoria yang berarti ilmu. Sejarah adalah pengalaman hidup manusia pada masa lalu dan akan berlangsung terus sepanjang usia manusia. Masyarakat Islam dibangun atas peradaban timur tengah kuno yang telah mapan sebelumnya. Dari peradaban timur tengah Pra-Islam, masyarakat Islam mewarisi pola institusi yang turut membentuk ihwal mereka pada zaman modern. Sejumlah institusi tersebut juga mencakup tatanan masyarakat kecil yang dibangun berdasarkan ikatan keluarga, keturunan (nasab) kekerabatan dan ikatan etnis, masyarakat pertanian dan perkotaan.3 Masuknya agama Islam ke dalam negeri Melayu ini nampaknya mempunyai keistimewaan sendiri, yaitu dengan jalan damai dan berangsur-angsur, jarang sekali dengan kekerasan dan di terima dengan sukarela oleh penduduk meskipun tidak dengan sekaligus.

 Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk Indonesia yang menganut agama Islam.1 Dari data tersebut, logis jika konstitusi Indonesia dari tahun 1945 sampai sekarang selalu memperhatikan nilai-nilai ke-Islaman. Masuknya Islam ke Indonesia belum dapat diketahui dengan pasti waktu dan siapa pembawanya. Dalam bukunya L’Arabie et les Indes Neerlandaises, atau Revue de I’Histoire des Religious, jilid I, Snouck Hurgronje, seorang ahli agama Islam kebangsaan Belanda, mengatakan bahwa agama Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 dan dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang ada, yaitu Pertama, kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran agama Islam ke Nusantara. Kedua, hubungan dagang Indonesia-India telah lama terjalin. Ketiga, inskripsi tertua tentang Islam terdapat di Sumatra memberikan gambaran hubungan antara Sumatra dengan Gujarat.2

Islam di Indonesia tersebar melalui peranan para ulama, yang disebut dengan walisongo. Kesembilan wali ini menyebarkan agama Islam dengan menggunakan caranya masing-masing. Jawa Timur mendapat perhatian besar dari para wali dengan ditempatkannya 5 wali. Maulana Malik Ibrahim, sebagai wali perintis, mengambil wilayah dakwahnya di Gresik. Setelah Malik Ibrahim wafat, wilayah ini dikuasai oleh Sunan Giri. Sunan Ampel mengambil posisi dakwahnya di Surabaya. Sunan Bonang sedikit ke utara di Tuban. Sedangkan Sunan Drajat di Sedayu. Jawa Tengah kebagian 3 wali dalam penyebaran agama Islam. Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus di Kudus, dan Sunan Muria di daerah pegunungan Muria. Sedangkan Jawa Barat hanya didatangi oleh 1 wali, yaitu Sunan Gunung Jati yang memilih tempat dakwahnya di Cirebon.3 Dalam sejarah Indonesia, tokoh Islam mempunyai peran yang sangat besar dalam pencetusan proklamasi sebagai awal lahirnya sebuah negara baru yang merdeka dan berdaulat. Hal ini tidak luput dari peran Sarekat Islam (SI) sebagai satu diantara organisasi politik di Indonesia abad ke-20 yang paling menonjol.5 SI adalah transformasi dari Sarekat Dagang Islam (SDI), didirikan pada 11 November 1911, oleh H. Samanhudi, seorang pedagang muslim kaya di Surakrta, Jawa Tengah. Pada 1912 SDI menjadi SI dan mendapatkan pemimpin organisator baru yang kompeten, H.O.S. Tjokroaminoto (1883- 1934).6 A.W.F. Idenburg, Gubernur Jenderal pada tahun 1911-an, menyadari ancaman yang dibawa SI terhadap kekuasaan kolonial dan pada bulan Maret 1914, ia hanya memberikan pengakuan kepada berbagai cabang SI, tidak kepada SI sebagai satu kesatuan organisasi.7

1.2.  Rumusan Masalah 

 Berdasarkan uraian latar belakang diatas, kami dapat mengungkapkan rumusan masalah   sebagai berikut :

Bagaimanakah awal mula dari munculnya agama islam di Indonesia?

Bagaimanakah sistem kepercayaan dari agama islam ?

Bagaimanakah perkembangan agama islam di Indonesia?

Apakah kitab suci dari agama islam ?

1.3. Tujuan Penulisan Makalah 

Berdasarkan rumusan masalah yang dibahas, maka tujuan dari penulisan makalah ini untuk mendiskripsikan:

Untuk mengetahui bagaimana awal mula munculnya agama islam di Indonesia.

Untuk mengetahui bagaimanakan sistem kepercayaan dari agama islam.

Untuk mengetahui perkembangan agama islam di Indonesia.

Untuk mengetahui apa kitab suci agama islam.

1.4. Manfaat Penulisan Makalah 

Manfaat Teoritis 

Diharapkan dengan penulisan makalah ini mampu menambah wawasan pengetahuan tentang Agama Islam di Indonesia.

Manfaat Praktis

Bagi Penulis 

Makalah ini dapat digunakan sebagai wawasan untuk menambah

pengetahuan tentang Agama Islam di Indonesia.


Bagi Pembaca 

Makalah ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman kita tentang Agama Islam di Indonesia, serta mengetahui tentang perkembangan agama islam di Indonesia.























BAB II

PEMBAHASAN


 Awal mula dari munculnya agama islam di Indonesia.

Perkembangan Agama Islam di Indonesia mencapai jumlah penganut yang sangat besar. Indonesia sendiri terkenal dengan negara dimana penduduknya mayoritas menganut Agama Islam. Banyak yang berspekulasi jika Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau ke-8, karena beberapa bukti yang telah ditemukan. Bukti tersebut mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat pemukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat SumatRA Utara. Sementara sejarah masuknya Islam pada abad ke-13 Masehi, lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerjajaan Islam di Indonesia. Pemdapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut Agama Islam. Bukti yang turut memperkuat pendapat ini adalah ditemukannya  nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik Al Saleh yang berangka tahun 1297.

Islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu :

Jalur utara, dengan rute : Arab (Mekah dan Madinah) – Damaskus – Bagdad – Gujarat (Pantai Barat India) – Srilangka – Indonesia. 

Jalur selatan denganrute : Arab (Mekah dan Madinah) – Yaman – Gujarat – Srilangka – Indonesia.

Jika diurutkan dari barat ke timu, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Islam di Jawa masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.Kemudian di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat, ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggang Parangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M. Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8. Sejarah masuknya Islam pertama kali dimulai dari kedatangan pedagang Gujarat, lalu setelahnya diikuti oleh datangnya pedagang dari Arab, India dan Persia yang menganut Agama Islam ke Indonesia. Dimana disamping mereka menyelenggarakan kegiatan jual beli, mereka turut serta menyebarkan Agama Islam kepada penduduk Indonesia pada kala itu.

Menurut Uka Tjandrasasmita, masuknya Islam di Indonesia dilakukan enamsaluran yaitu:

Saluran Perdagangan

Pada taraf permulaan, proses masuknya Islam adalah melalui perdagangan. Kesibukan lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagang-pedagang Muslim (Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia. Saluran Islamisasi melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham. Mereka berhasil mendirikan masjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah mereka menjadi banyak dan karena keturunan mereka yang berada di Sebagian besar wilayah pulau-pulau di Indonesia menjadikan kini mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim.

Saluran Perkawinan

Dilihat dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih tinggi dari pada penduduk asli Indonesia di masa itu, sehingga tidak sedikit penduduk pribumi yang tertarik untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan para pedagang muslim tersebut khususnya para putri raja dan bangsawan. Sehingga tidak sedikit akibat perkawinan tersebut muncul lah kerajaan - kerajaan Islam besar di Indonesia.



Saluran Tasawuf

Pengajar-pengajar tasawauf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mempunyai kemampuan dan kekuatan-kekuatan menyembuhkan. Dengan ilmu tasawufnya mereka mengajarkan Islam kepada pribumi yang mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yangb sebelumnya menganut agama hindu, sehingga agama Islam mudah dimengerti dan di terima. 

Saluran Pendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan. Para calon ulama, guru agama dan kiai mendapatkan pendidikan agama di pesantren maupun pondok. Sehingga setelahnya mereka keluar dari pesantren dan pulang ke kampung masing-masing kemudian mereka berdakwah ketempat tertentu untuk mengajarkan Islam.

Saluran Kesenian

Saluran Islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Sunan kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita mahabarata dan ramayana, tetapi di dalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. Kesenian-kesenian lain yang juga dijadikan alat Islamisasi yaitu seperti sastra (hikayat, babad, dan sebagainya ), seni bangunan dan seni ukir.

Saluran Politik

Di maluku dan sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam didaerah ini.









 Sistem kepercayaan dari agama islam.

Sistem kepercayaan umat Islam didasarkan atas keyakinan tentang adanya rukun iman dan rukun Islam yang dimana Rukun iman merupakan dasar kepercayaan umat Islam kepada Allah SWT.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iman artinya kepercayaan (yang berkenaan dengan agama) keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab,ketetapan hati, keteguhan batin dan keseimbangan batin. Jadi iman itu keyakinan atau kepercayaan kepada Allah SWT. Terkait 6 rukun iman sebenarnya sudah ditetapkan dalam Al Quran sesuai firman Allah SWT yang berbunyi:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Memiliki arti sebagai berikut:

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa." (Al Baqarah: 177)

Dalam sebuah hadist juga menyebutkan mengenai 6 rukun iman:

الايمان أن تؤمن بالير وملكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمين بالقدر خيره وشره (رواه مسلم)

Memiliki arti sebagai beriku:

"Keimanan itu ialah engkau akan percaya (beriman) pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir (kiamat) dan engkau akan percaya kepada takdir baik dan buruk dari pada-Nya." (HR. Muslim).

Dalam agama islam terdapat 6 rukun iman yang sudah ditanamkan sedari kecil bagi penganut agama tersebut diantaranya yaitu:

Rukun Iman 1: Iman kepada Allah SWT

Makna rukun iman yang pertama yakni iman kepada Allah SWT yakni meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada. Tidak hanya yakin, kamu juga harus percaya kalau Allah SWT ada dan berwujud.


Percaya bahwa Allah ada tanpa ada sesuatu lain yang mengadakannya. Dia lah pemelihara seluruh alam semesta. Percaya kalau Allah SWT satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan tiada Tuhan selain Allah SWT, Maha Tunggal dan Maha Kuasa atas segala-galanya.

Rukun Iman 2: Iman kepada Malaikat-malaikat Allah SWT

Sementara rukun iman kedua berbunyi, iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT. Makna rukun iman kepada malaikat dengan meyakini kalau malaikat berwujud dan mengetahui nama serta tugasnya.Percaya bahwa malaikat merupakan utusan Allah SWT yang diciptakan dari cahaya dan tidak bisa dilihat mata manusia. Percaya kalau malaikat bersifat ghaib yang hanya diberi akal oleh Allah SWT dan tidak punya nafsu

Rukun Iman 3: Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT

Rukun iman ketiga, iman kepada kitab Allah SWT. Makna iman kepada kitab adalah percaya kalau kitab suci datangnya dari Allah SWT dititipkan kepada nabi kita. Allah SWT menurunkan kitab suci sebagai pedoman agar manusia mengetahui antara hak dan yang batil, baik dan buruk, haram dan kebahagiaan dunia-akhirat.

Ada empat kitab suci yang diturunkan kepada nabi yaitu:

1. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa

2. Zabur diturunkan kepada Nabi Daud

3. Injil diturunkan kepada Nabi Isa

4. Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Rukun Iman 4: Iman kepada Rasul dan Nabi Allah SWT

Makna rukun iman keempat, iman kepada Rasul dan Nabi Allah SWT, adalah percaya dan yakin kalau nabi serta rasul merupakan manusia utusan Allah SWT. Nabi dan Rasul merupakan manusia ciptaan Allah SWT yang bertugas menyampaikan kabar gembira dan memberikan petunjuk kepada umat manusia agar selalu berada di jalan yang lurus. Makna rukun iman kepada nabi dan Rasul juga harus mempercayai segala ajarannya

Rukun Iman 5: Iman kepada Hari akhir

Makna rukun iman kelima, iman kepada hari akhir. Artinya mempercayai bahwa hari akhir atau hari kiamat itu ada. Yakin akan adanya tanda-tanda datangnya hari kiamat.

Rukun Iman 6: Iman kepada Qada' dan qadar

Rukum iman keenam, iman kepada qada' dan qadar. Makna rukun iman terakhir adalah meyakini bahwa takdir baik dan buruk datangnya dari Allah SWT. Qada' berarti takdir tetap. Artinya setiap manusia sudah mendapatkan takdir tetap dari Allah SWT sejak lahir ke dunia, mulai dari rezeki, jodoh, nasib, dan lain sebagainya.

Sementara qadar artinya ketentuan atau kepastian dari Allah SWT. Takdir Allah SWT yang menentukan kejadian saat ini, hal yang sedang terjadi, dan akan terjadi. Qadha artinya ketetapan. Sebelum manusia lahir di dunia, Allah SWT sudah menetapkan segala tentang kehidupan manusia tersebut. Mulai dari rezeki, kematian, nasib dan lain sebagainya.

Selanjutnya adanya rukun islam sendiri dapat diartikan sebagai perbuatan atau amalan yang berbentuk fisik dan diyakini dapat menjadi perantara untuk masuk ke surga nantinya. Bagi umat islam di seluruh dunia diwajibkan untuk memahami serta melaksanakan beberapa diantaranya dengan syarat dan ketentuan. Hal ini dikarenakan rukun islam dikenal sebagai pilar atau pondasi dari agama islam tersebut.

Dalam pelaksanaan rukun islam ada syarat tertentu yang dapat menentukan apakah seorang wajib melakukannya atau menjadi sunnah. Terdapat setidaknya 5 aspek yang perlu diketahui sesuai dengan hadist berikut.

Memiliki arti sebagai berikut:

“Islam dibangun diatas lima perkara:persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan”.(HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist diatas sudah disebutkan bahwa Islam dibangun atas lima perkara sebagai pondasi dalam hidup untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Disamping itu terdapat aturan tersendiri sebelum melaksanakannya, pembahasannya adalah sebagai berikut:

1. Syahadat 

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum masuk islam adalah syahadat atau persaksian. Disamping itu perlu mengetahui maknanya agar dapat mengamalkan secara benar. Umumnya Sebagian masyarakat menggunakan sebagai amalan harian , berikut ini lafaznya:

Saat mengucapkan kalimat tersebut harus diiringi dengan kehati-hatian karena berkaitan dengan keyakinan terhadap Allah SWT. Selain itu juga tidak boleh disembarang tempat misalnya toilet mencerminkan perbuatan menghina dikarenakan dilafazkan pada lokasi yang najis.

2. Shalat

Dikutip dari KBBI adalah ibadah yang harus dilakukan oleh muslim mukalaf dengan syarat, rukun dan bacaan tertentu dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam.

Pada awalnya disyariatkan pelaksanaannya bilangan shalat mencapai 50 rakaat kemudian Rasulullah disarankan untuk menghadap kepada Allah agar menguranginya sampai beberapa kali. Akhirnya menjadi seperti yang diwajibkan saat ini yaitu 17 rakaat dalam 5 waktu. Berikut ini rinciannya:

a) Shalat subuh berjumlah 2 rakaat

b) Shalat zuhur berjumlah 4 rakaat

c) Shalat ashar berjumlah 4 rakaat

d) Shalat magrib berjumlah 3 rakaat

e) Shalat isya berjumlah 4 rakaat

3. Zakat

Merupakan kegiaatn wajib yang harus dilakukan oleh umat islam setiap bulan Ramadhan dengan syarat dan aturan pengerjaan yang sudah ditetapkan. Takarannya sendiri ditetapkan agar tidak memberatkan umatnya sehingga banyak yang dapat melaksanakannya.

Hasil dari zakat fitrah ini nantinya dibagikan kepada 8 asnaf atau penerima. Tujuannya yaitu untuk membantu kesulitan saudara sesama muslin terutama yang tidak mampu agar mereka dapat menikmati makanan secara layak. Saat pelaksanaannya ada Batasan waktu dan syarat tertentu.

4. Puasa

Menjalankan ibadah puasa pada Bulan Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap tahunnya. Agar tidak salah dalam memahaminya ada baiknya mengetahui terkait tentang ketentuan dan pembahasan yang melatar belakanginya karena menjadi penentu keabsahannya.

Meskipun poin utama dari puasa adalah menahan rasa haus dan lapar , namun secara lebih mendalam hal ini juga berkaitan dengan mengontrol beberapat kegiatan yang bersifat negatif. Sebagai contoh hawa nafsu yang berlebihan, amarah serta agar dapat merasakan sulitnya saudara yang kurang beruntung.

5. Naik haji

Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu sebenarnya pelaksanaanya sangat dianjurkan, namun melihat keadaan umat manusia yang bermacam-macam sehingga menjadikan hukumnya dibolehkan. Alasan mengapa dikatakan wajib untuk mampu arena perjalanan menuju tanah suci memerlukan dana yang tidak sedikit. Ibadah haji sendiri dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Zulhijjah, pada waktu tersebut umat muslim seluruh dunia berkumpul ditempat yang sama yaitu Baitullah


 Perkembangan agama islam di Indonesia. 

Perkembangan agama Islam di Indonesia semakin pesat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Perkembangan kerajaan Islam di Indonesia berlangsung antara abad ke-13 hingga abad ke-18. Kerajaan tersebut dapat dibagi berdasarkan lokasi pusat pemerintahan mereka, yaitu di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku.

Kerajaan Islam yang didirikan pertama kali adalah Kerajaan Perlak. Bukti sejarah yang menunjukkan terdapat masyarakat dan kerajaan Islam dilaporkan oleh Marco Polo dari Venesia yang singgah di Kerajaan Perlak dalam perjalanan pulang ke Italia tahun 1292. Di perlak, Marco Polo juga menjumpai adanya penduduk yang telah memeluk Islam dan pedagang Islam dari India yang menyebarkan agama Islam.

Menyusul Kerajaan Perlak, berdiri pula Kerajaan Samudra Pasai. Bukti sejarah adanya kerajaan ini ditulis oleh Ibnu Batutah, seorang utusan kerajaan Delhi ke Tiongkok. Dalam perjalanan dari India ke Tiongkok, Ibnu Batutah singgah di Samudra Pasai dan mengunjungi istana Sultan Malik Az-Zahir. Dari hasil kunjungannya ke kerajaan Islam di Samudra Pasai, diketahui bahwa Samudra Pasai merupakan pelabuhan penting tempat kapal-kapal India dan Tiongkok berlabuh. Selain kedua kerajaan tersebut, kerajaan Islam lain yang pernah berdiri di Indonesia di antaranya adalah Kerajaan Demak, Kerajaan Banten, Kerajaan Mataram, Kerajaan Makassar, Kerajaan Ternate, Kerajaan Tidore, dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Agama islam mengalami perkembangan pada peradabannya yang dimulai dari periode klasik, periode pertengahan dan periode modern. 

Periode klasik (650-1258 M)

Era ini adalah masa kemajuan, keemasan, dan kejayaan Islam. Periode ini dibagi menjadi fase ekspansi dan disintegrasi

Fase ekspansi, integrasi, dan pusat kemajuan

Masa ini berlangsung pada 650-1000 M dengan daerah penyebaran Islam yang makin luas, melalui Afrika utara sampai ke Spanyol di bumi bagian barat. Islam juga melalui Persia sampai ke India di bumi sebelah timur. Di masa inilah perkembangan ilmu pengetahuan, agama, bahasa, dan lain-lain mencapai puncaknya. Era ini juga menghasilkan ulama besar misal Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i dan Imam Ibn Hambal dalam bidang Fiqh.

Fase disintegrasi

Era pada kurun waktu 1000 - 1250 M ini mulai mengalami kemunduran. Kekuasaan khalifah menurun, hingga akhirnya Baghdad dirampas dan dihancurkan Hulagu Khan pada tahun 1258 M.

B. Periode pertengahan

Sama seperti sebelumnya, periode ini juga terbagi atas tiga fase. Umat Islam yang mengalami kemunduran, bangit kembali melalui tiga kerajaan besar

Fase kemunduran

Tahap ini berlangsung pada 1250-1500 M dengan desentralisasi dan disintegrasi yang makin menguat di masyarakat. Perbedaan antara Sunni dan Syi'ah serta Arab dan Persia semakin nyata. Dunia Islam terbagi menjadi Arab dan Persia. Bagian Arab yang terdiri dari Arabia, Irak, Suria, Palestina, Mesir dan Afrika utara berpusat di Mesir. Bagian Persia yang terdiri dari Balkan, Asia kecil, Persia dan Asia tengah berpusat di Iran.

Fase tiga kerajaan besar

Masa yang berlangsung pada 1500 - 1700 M dilanutkan dengan fase kemunduran di 1700 - 1800 M. Tiga kerajaan adalah Utsmani di Turki, Safawi di Persia dan Mughal di India. Kejayaan Islam pada tiga kerajaan besar masih bisa disaksikan hingga kini. Peninggalan tersebut bisa disaksikan dalam bentuk arsitek di Istanbul, Iran dan Delhi.


Periode modern

Pada periode yang berlangsung mulai 1800 hingga sekarang ini, umat mencari tahu penyebab kejatuhan Islam. Para pemimpin dan pemuka Islam memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam. Di era sejarah perkembangan peradaban Islam ini, kondisi muslim berbanding terbalik dengan periode klasik. Umat Islam yang awalnya menjadi pusat peradaban, kini kagum pada perkembangan budaya dan kemajuan kelompok masyarakat lain.

Perkembangan Islam di Indonesia memunculkan beberapa teori antara lain teori gujarat, Mekah, dan Persia. Namun, ada juga teori lain tentang perkembangan awal Islam di Indonesia. Secara umum, perkembangan Islam di Indonesia, baik dalam agama maupun tradisi, terjadi setelah bangsa Indonesia bergaul dengan berbagai bangsa yang ditandai dengan terjalinnya hubungan dagang antara kawasan Nusantara dan tetangganya, baik di Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun negeri Arab.

Media dalam Islamisasi

Dalam buku "Sejarah Indonesia Periode Islam" juga dijelaskan media atau saluran-saluran dalam perkembangan islam di Indonesia, di antaranya:

Perdagangan

Pada taraf permulaan, saluran Islamisasi adalah perdagangan. Kesibukan lalu lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 M, membuat pedagang pedagang Muslim (Arab, Persia, dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri Barat, Tenggara, dan Timur Benua Asia. Media islamisasi melalui perdagangan dinilai sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan secara langsung.

Perkawinan

Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama putri-putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri saudagar. Saat menikah dengan saudagar Islam, proses sebelumnya adalah memeluk agama Islam terlebih dahulu. Berawal dari situ, kemudian banyak kampung kampung, daerah-daerah, dan kerajaan-kerajaan muslim yang dikawini oleh keturunan bangsawan.

Tasawuf

Salah satu saluran Islamisasi yang dinilai memiliki peran yang signifikan dalam penyebaran ajaran Islam adalah tasawuf. Dalam konteks penyebaran ajaran Islam di Nusantara, para pengajar tasawuf atau para sufi, mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Pendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan. Proses pendidikan dan pengajaran Islam ini sudah berlangsung sejak Islam masuk ke Nusantara. Ketika pemeluk agama Islam sudah banyak dan telah terbentuk komunitas muslim, maka proses pendidikan dan pengajaran Islam tidak lagi hanya dilaksanakan secara informal, tetapi sudah dilaksanakan secara teratur di tempat-tempat tertentu. Secara umum, model pendidikan pada masa itu ada dua, yakni pendidikan langgar dan pendidikan pesantren.


Kesenian

Saluran Islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Dikatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Sunan Kalijaga tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya untuk mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, tetapi di dalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. Kesenian-kesenian lain juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad, dan sebagainya), seni bangunan, dan seni ukir.

Politik 

Di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik di Sumatra dan Jawa maupun di Indonesia bagian timur, demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan nonIslam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan Islam itu masuk Islam.

Peranan Wali dan Ulama

Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam dahulu juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren- pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.

Perkembangan agama islam sangat pesat dan di indonesia, penduduknya mayoritas beragama islam. 

 Kitab suci dari agama islam.

Al quran adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW sebagai rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta, di dalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempelajarinya dan mengamalkannya. Bukan itu saja tetapi juga Al quran adalah sebagai kitab suci terakhir di turunkan Allah SWT yang isinya mencakup segala pokok-pokok syariat yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya.

 Karena itu orang yang mempercayai Al quran akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajarinya dan memahaminya serta untuk mengamalkannya dan mengajarkannya sampai merata rahmatnya dirasakan oleh penghuni alam semesta. Sehubungan dengan hal tersebut di dalam mukaddimah Al quran dan Terjemahnya juga ditegaskan bahwa: Membaca Al quran, baik mengetahui artinya maupun tidak adalah termasuk ibadah, amal saleh dan memberi rahmat serta menjadi manfaat bagi yang melakukannya, memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya sehingga terang benderang, juga memberi cahaya kepada keluarga, rumah tangga tempat Al quran itu dibaca.1 Jadi, setiap mu’min harus yakin bahwa membaca Al quran saja sudah termasuk amal yang mulia dan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda 1 Departemen Agama RI, Al quran dan Terjemahnya, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al quran, Jakarta, 1976-1977. h. 122 View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk brought to you by CORE provided by IAIN Antasari Institutional Repository 2 sebab yang dibacanya adalah kitab suci dari Ilahi yang diturunkan-Nya kepada umat manusia, Al quran adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mu’min, baik dikala susah, dikala gembira ataupun dikala sedih bahkan membaca Al quran itu bukan saja menjadi amal ibadah tetapi juga menjadi obat penawar bagi orang yang yang sedang gelisah jiwanya, seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Isra ayat 82 yang berbunyi: ْ ؤ ُ ْلم ِّ ٌ ل ة ْْحَ َ ور َّ ٌ فاء شِ َ و ُ اه َ م انِ ْ ر ُ الْق َ ن ِ ل م ُ ز َِّ ن ُ ن َ و ُ د ْ ِزي َ ي الَ َ ْ َْي و ِ ن ِ م ا ً ار َ َس خ َّ ال ِ ْ َْي ا مِ ِ الظّل )االسراء:٨٢) Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat. 

Aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari tidak akan terlepas dari berbagai macam aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek keagamaan. Pembelajaran Al Qur’an Hadits merupakan bagian dari pelajaran agama yang menyangkut pada bacaan surah-surah pendek/panjang. Berbagai inovasi pembelajaran telah muncul dalam rangka upaya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan metode driil adalah salah satu inovasi pembelajaran di mana peserta didik disuruh maju ke depan kelas untuk menghafal surah-surah sesuai dengan hukum dan bacaan tajwidnya. Namun, kenyataan di lapangan bahwa kemampuan siswa dalam menghafal pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits masih sangat rendah bahkan di bawah target minimal yang harus dilampaui.






















BAB III

PENUTUP


3.1. Kesimpulan 

Perkembangan agama Islam di Indonesia semakin pesat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Perkembangan kerajaan Islam di Indonesia berlangsung antara abad ke-13 hingga abad ke-18. Kerajaan tersebut dapat dibagi berdasarkan lokasi pusat pemerintahan mereka, yaitu di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku. perkembangan Islam di Indonesia, baik dalam agama maupun tradisi, terjadi setelah bangsa Indonesia bergaul dengan berbagai bangsa yang ditandai dengan terjalinnya hubungan dagang antara kawasan Nusantara dan tetangganya, baik di Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun negeri Arab. Perkembangan Islam tidak lepas dari adanya para  pedagang yang datang ke indonesia dengan tujuan berdagang. contoh nya teori gujarat, pedagang dari gujarat datang ke indonesia dan membawa agama islam, ada juga pedagang dari arab namanya teori arab. Selain itu ada lagi teori lain yang awalnya juga berdagang seperti dengan adanya Teori Tiongkok dan Teori Persia.Perkembangan islam di Indonesia juga tidak lepas dari penyebar agama islam yang dikenal dengan Wali Songo di jawa dan Dato Tallu di Sulawesi. Masa kejayaan Islam adalah pada periode klasik (650-1258 M) Era ini adalah masa kemajuan, keemasan, dan kejayaan Islam. Dan era kemunduran Islam terjadi  pada kurun waktu 1000 - 1250 M ini mulai mengalami kemunduran, Kekuasaan khalifah menurun, hingga akhirnya Baghdad dirampas dan dihancurkan Hulagu Khan pada tahun 1258 M.

3.2. Saran 

Setelah melihat kesimpulan yang ada di atas, maka penulis memberikan saran untuk perkembangan Agama Islam di Indonesia Agar Agama Islam terus berkembang harus dan sangat penting adanya kekompakan para tokoh agama dan ormas-ormas lainnya dalam rangka Berdakwah memberikan penerangan Islam ke pada seluruh masyarakat. Dan diharapkan dengan makalah ini mampu memberikan pengetahuan mengenai agama islam di Indonesia. 









DAFTAR PUSTAKA



Anindya, N. N. (t.thn.). Makalah Perkembangan Islam Di Indonesia. Diambil kembali dari Academia: https://m.merdeka.com/jabar/proses-masuknya-islam-ke-indonesia-berikut-perkembangannya-kln.html

Astuti, N. P. (2021, Januari 7). Proses Masuknya Islam ke Indonesia, Berikut Perkembangannya. Diambil kembali dari Merdeka.com: https://m.merdeka.com/jabar/proses-masuknya-islam-ke-indonesia-berikut-perkembangannya-kln.html

Islam di Indonesia. (t.thn.). Diambil kembali dari Indoneia-Investment: https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/agama/islam/item248?

Madjid, M. D. (2014). Ilmu Sejarah : Sebuah Pengantar. Diambil kembali dari http://eprints.radenfatah.ac.id/3830/2/BAB%20I.pdf

Nandy. (2021, November 8). 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Ini Penjelasan Lengkapnya. Diambil kembali dari Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/best-seller/rukun-iman-dan-rukun-islam/

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia. (2020, Februari 26). Diambil kembali dari Kelas Pintar: https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/proses-masuk-dan-berkembangnya-agama-islam-di-indonesia-3399/#:~:text=Perkembangan%20agama%20Islam%20di%20Indonesia,Jawa%2C%20Sulawesi%2C%20dan%20Maluku.

Yasmin, P. (2019, Oktober 1). 15 Kerajaan Islam di Indonesia dan Peninggalannya. Diambil kembali dari detikNews: https://news.detik.com/berita/d-4728897/15-kerajaan-islam-di-indonesia-dan-peninggalannya

Yulistara, A. (2021, November 15). 6 Rukun Iman dan Penjelasannya yang Mudah Dipahami. Diambil kembali dari Detik.com: https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-5811133/6-rukun-iman-dan-penjelasannya-yang-mudah-dipahami?single



Senin, 06 September 2021

ANTARA MPU GNI JAYA DAN MPU BRADAH

 .

ANTARA MPU GNI JAYA DAN  MPU BRADAH

(Sujatine iraga nak menyama ajak makejang)


MPU GNI JAYA

Mpu Gni Jaya yang masih tinggal di Gunung Semeru, telah mempunyai tujuh orang putra, dari perkawinannya dengan sepupunya Betari Manik Gni. Adapun nama ketujuh putra beliau tersebut antara lain:


1. Mpu Ketek

2. Mpu Kananda

3. Mpu Wiradnyana

4. Mpu Withadharma

5. Mpu Ragarunting

6. Mpu Prateka

7. Mpu Dangka


Ketujuh Mpu inilah yang menurunkan Maha Gotra Pasek, Tangkas dan Bendesa. Kembali kepada Mpu Gni Jaya, karena beliau akan segera ke Bali, maka Mpu Gni Jaya menasehati adiknya Mpu Bradah dan putra-putranya, demikian sabdanya: “Adikku Mpu Bradah dan anak-anakku semua, saya akan segera meninggalkan adik dan anak-anak, akan kembali keBali, menghadap Hyang Agni Jaya, Hyang Putra Jaya dan Hyang Dewi Danuh, sebab telah sekian lama tidak pernah menghadap Betara-Betari di Nusa Bali. Ini adalah amanatku kepadamu semua, yang kamu harus tetap hormati nanti bila aku telah sampai dan wafat diBali, sembahlah aku olehmu dan keturunan-keturunanmu sampai akhir jaman. Ingat sekali jangan melupakan Petirtayan Hyang Putra Jaya di Besakih, pada hari Purnamaning Kapat, harus anak cucu dan turunan-turunanmu, menghaturkan Pujawali, demikian harus diingat jangan lupa”.

Mpu Gni Jaya segera berangkat pergi ke Bali, pada hari Wraspati (Kamis) Kliwon, sasih Kedasa menuju adiknya di Padang (Silayukti). Banyaklah hal-hal yang terjadi pada saat itu. Begitu Mpu Gni Jaya tiba di padang. Mpu Kuturan melihat kakaknya datang, segera saja menjemput kakaknya, dengan sangat hormatnya menyembah Mpu Gni Jaya dengan tata cara kependetaan. Mpu Gana mendengar khabar kakaknya datang, segera saja pergi menghadap ke Padang (Silayukti). Betapa gembiranya pertemuan waktu itu. Esoknya, Sukra, Umanis sasih Kedasa Mpu Gni Jaya, Mpu Kuturan dan Mpu Gana menuju ke Gelgel, di Gelgel hanya sebentar saja, langsung menuju Besakih. Karena telah sama-sama berbadan suci, sebentar saja telah sampai di Besakih, langsung menuju ke Parhyangan Mpu Semeru. Mpu Semeru melihat kakak dan adik-adiknya datang, betapa gembiranya, segera menyambut sang baru datang, maklumlah kedatangannya tak terduga-duga. Banyaklah hal-hal yang terjadi pada waktu itu.

Entah beberapa lama di Besakih, demikian juga telah sama-sama dapat menghadap Betara Tiga, yang kebetulan ada di Besakih. Mpu Gni Jaya ditugaskan Apryangan di Lempuyang Madya. Oleh karena keluarga Mpu Gni Jaya masih berada di Jawa, maka beliaupun Ngejawa-Ngebali, lama-lama Mpu Gni Jaya membuat Parhyangan di Lempuyang Madya, tempat menuju dan melakukan yoga semadhi. Sekarang Parhyangan Mpu Gni Jaya, Mpu Semeru, Mpu Kuturan dan Mpu Gana dikenal dengan Catur Parhyangan. Demikianlah halnya Mpu Gni Jaya turun ke Bali setelah selesai memperdalam ilmu kependetaan di Gunung Semeru (Di lingkungan Pura Mandara Giri Semeru Agung –Senduro Agung, Jawa Timur).


MPU BRADAH

Mpu Bradah adalah putra Hyang Agni Jaya yang ke-5 tinggal di Jawa, menjadi Bhagawanta Kerajaan Deha. Beliau mempunyai 2 orang putra putri, yang laki bernama Mpu Bahula, istrinya bernama Dyah Ratna Manggali, masih sepupu (Putri dari Mpu Kuturan). Mpu Bahula juga menjadi Bhagawanta kerajaan Deha menggantikan ayahnya, mempunyai dua orang putra dan empat orang putri, yang laki bernama :


1. Mpu Tantular, pengarang Sutasoma

2. Mpu Siwa Bandu, setri Betari Giri Dewi, juga menjadi Bhagawanta di Kerajaan Deha


Mpu Tantular mempunyai 5 orang putra, masing-masing bernama:

1. Danghyang Panawasikan

2. Danghyang Sidimantra (Mpu Bekung)

3. Danghyang Semaranata

4. Danghyang Kepakisan

5. Mpu Siwa Raga.


Mpu Bekung (Danghyang Sidimantra) berputra sangkaning yoga, putra beliau bernama Ida Manik Angkeran. Ida Manik Angkeran berputra 3 orang, masing-masing bernama :


1. Ida Banyak Wide, menurunkan Arya Bang Pinatih

2. Ida Tulus Dewa, menurunkan Arya Bang Sidemen, seorang kumpi dari Ida Tulus Dewa

(Perempuan) kawin dengan Arya Dauh, menurunkan Arya Dauh

3. Danghyang Semaranata (Asmaranata) berputra 2 orang yaitu:


a. Mpu Angsoka, berputra seorang bernama Mpu Astapaka, menurunkan Brahmana Buddha di

Bali

b. Pedanda Sakti Wawu Rauh (Danghyang Nirartha/Danghyang Dwijendra), ke Bali tahun

1489 M, menurunkan :

- Brahmana Kemenuh wijiling setri – Deha

- Brahmana Manuaba wijiling setri – Pasuruhan

- Brahmana Keniten wijiling setri – Blambangan

- Brahmana Mas wijiling setri – Okan Bendesa Mas

- Brahmana Petapan wijiling setri – Pelayan Okan Bendesa Mas (Ni Brit dan Ni Petapan)


Putra Mpu Tantular yang ke-4 yang bernama Danghyang Kepakisan mempunyai seorang putra, bernama Sri Soma Kepakisan mempunyai putra 4 orang yaitu :


1. Dalem Wayan menjadi Dalem di Blambangan

2. Dalem Made menjadi Dalem di Pasuruhan

3. Dalem Nyoman Sukania menjadi Dalem di Sumbawa (Perempuan)

4. Dalem Ketut Kresna Kepakisan menjadi Dalem di Bali, bekedudukan di Samprangan, keBali

tahun 1350 M berputra 5 orang ( Dalem Tarukan, A.A. Anom Sudira Pering):


a. Sri Agra Samprangan (Dalem Ile) menjadi Dalem Samprangan (hanya sebentar)

b. Dalem Tarukan menurunkan Warga Pulasari

c. Dalem Nyoman (tidak disebutkan namanya)

d. Dalem Ketut Nglesir diangkat menjadi Dalem Gelgel yang pertama tahun 1380 – 1460

Masehi.

e. Dalem Tegal Besung (beribu putri Arya Gajah Para)

Dalem Ketut Nglesir inilah yang menurunkan Dalem Klungkung.


#wasudewakutumbakam


Sesungguh nya kita adlh satu kesatuan yg utuh 

Yg membedakan adlh tingginya ego Yg menyelimuti diri sehingga lupa dengan kesadaran sejati kita adlh SAMETON... 

Sama2 katon, atau semua adlh terlihat sama.

Kalau pun Ada ngaku2 sebagai trah yg paling baik dan paling  tinggi berarti anda belum memiliki kesadaran penuh tentang alur kehidupan.


Salam Rahayu 🙏

Sumbet: https://www.facebook.com/groups/391733777555406/permalink/4226551954073550/

Jumat, 21 Mei 2021

Sistem Pendidikan Hindu

 Sistem Pendidikan Hindu di India

Perkembangan dan kemjuan dunia pendidikan di Indonesia, termasuk juga sistem pendidikan Hindu di masa kini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kemajuan pendidikan Agama Hindu antara di Indonesia dengan pendididkan Agama Hindu di India. Bebicara tentang pendidikan Agama Hindu antara di Indonesia dengan di India, juga memiliki keterkaitan atau kedekatan dengan perkembangan Agama Hindu yang berawal dari negara India, yang pada akhirnya juga berkembang di negara Indonesia di masa silam (atita) sampai pada saat ini berkembang di era modern (wartamana) secara perlahan dan meyakinkan bagi pemeluknya dan umat manusia yang semakin gigih menggembleng diri untuk mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejarah telah membuktikan, betapa sangat idealnya pemikiran pendidikan Hindu dari masa lalu hingga masa kini telah memberikan kontribusi yang sangat luhur untuk membentuk dan mewujudkan kadar-kader muda masa depan yang gemilang, cerah, disiplin, bertanggung jawab, berwawsan luas, ramah lingkungan, ramah berprilaku, dan sehat secara lahir maupun bathin. Penerapan pendidikan Agama Hindu di masa lalu bila dibandingkan dengan penerapan pendidikan Agama Hindu dimasa kini, terutama yang terlaksana di Indonesia memiliki konsistensi dan kestabilan dalam aplikasinya. Tidak menampakan adanya stagnasi dalam inti sari ajarannya, namun dapat adaptif dan mengikuti perkembangan sistem pendidikan modern dan selalu nampak lebih dinamis, namun pendidikan Hindu secara perlahan dan sekali waktu juga prontal dalam mengadaptasikan penerapannya dalam pola pendidikan kekinian.


Sistem Pendidikan Hindu di India

Berbicara mengenai sistem pendidikan Hindu di India bahwa sistemnya telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, jika dibandingkan dengan sistem pendidikan Hindu di beberapa negara lainnya di Asia ataupun pada tingkat dunia. Hal itu dirasakan cukup beralasan, mengingat gudangnya ahli di bidang Agama Hindu berasal dari negeri India. Dapat dipastikan bahwa para pemikir di bidang keagamaan Hindu memang Indialah sebagai asalnya. Banyak expert atau ahli di bidang Agama Hindu menyebar secara merata di berbagai wilayah India.

Bilamana diperhatikan sistem pendidikan Hindu di India sepertinya telah mengakar dan merata keberadaan-nya pada setiap lembaga pendidikan formal baik dalam naungan pemerintah maupun di asuh oleh yayasan atau lembaga pendidikan swasta. Begitu juga pada jenjang pendidikan tinggi, bahwa pada setiap perguruan tinggi telah memiliki tenaga expert yang memadai. Pada sebagian besar wilayah di India telah memiliki lembaga pendidikan tinggi yang berskala nasional maupun yang bersekala internasional hal tersebut ditandai dengan adanya bahwa para peserta didiknya tidak semata dari warga local atau berasal dari negeri India saja, bahkan sudah banyak perguruan tinggi yang mahasiswa dan mahasiswinya dari luar negeri.

Dalam amatan secara langsung di lapangan, terutama yang berada di wilayah negara bagian utara Pradesh India, bahwa ada satu perguruan tinggi Hindu yang sangat terkenal bernama Banares Hindu University (BHU) yang berada di sebuah kota suci Hindu bernama kota Kasi, yang juga populer disebut kota Varanasi, atau secara spiritual dinamai kota Sizua. Bagi pengunjung asing lebih suka dinamai kota light atau kota "Sinar". Persisnya bahwa kota Barnares berada di seputar lintasan sungai suci Gangga pada kota Benares inilah ada sebuah perguruan tinggi Hindu yang sangat besar di wilayah India utara, yang telah ditata dan diasuh oleh para pakar di bidang Agama Hindu termasuk para pakar dalam disiplin ilmu lainnya, oleh karena pada BHU tersebut merupakan perguruan tinggi Hindu yang mengasuh berbagai disiplin ilmu yang ditekuni dan ditimba oleh para generasai Hindu dari India maupun yang berasal dari luar negeri.


Pendidikan Hindu di Masa Lalu

Mengenai sistem pendidikan Hindu di India sangat kental dengan pola atau sistem pendidikan Hindu yang masih tergolong tradisonal yang dinamai asram atau asrama, kalau di Indonesia belakangan ini lebih banyak dikenal dengan pasraman, termasuk juga sistem asram tersebut juga sudah lama diterapkan di Indonesia, khususnya berada di wilayah Bali. Pola atau sistem pendidikan Hindu yang ada berkembang di India di masa lalu adalah berakar atau bermula dari penerapan sistem pendidikan tradisonal yang ada di India sejak dulu.

Salah satu asram yang ada di kota suci Prayaga (dinamai juga kota allahabad di masa moderen ini) bernama Asram Baradiuaja. Asrm Baradwaja ini terletak di seputar persimpangan atau campuhan (sanggaman atau sanggam) sungai Gangga dan sungai Yamuna. Lokasi ini juga sebagi area yang sangat disucikan atau disakralkan oleh umat Hindu India atau umat Hindu Dunia. Lokasi tersebut juga lasim dinamai Triveni atau Trinadhi. Mengingat darah ini adalah daerah keramat bagi umat Hindu yang secara spiritual di jadikan area untuk melaksanakan ritual besar umat Hindu bernama Kumbha Mela yang pelaksanaanya di laksanakan setiap tahun sekali. Selanjutnya yang dilaksanakan setiap enam tahun sekali dinamai Arda Kumba Mela, kalau pelaksanaannya dilaksanakan setiap dua belas tahun sekali di namai Maha Kumba Mela.

Selain Asram Barad Waja yang ada di seputar kota suci Prayaga tersebut, maka pada pinggiran sungai Gangga dan sungai Yamuna tersebut banyak terdapat Asram yang di kelola oleh umat Hindu secara mandiri atau secara swakelola. Pada Asram tersebut secara alami yang bercirikan karakter spiritual dikelola dan diasuh para peserta didik atau sisya yang belajar tentang agama Hindu, termasuk juga belajar bahasa Sansekerta (Vyakarana), lagu-lagu keagamaan Hindu (Bhajanam), seni tari yang bernafas Hindu (Natya atau sebagai kalackra), belajar ilmu perbintangan (Jyotisa), belajar ilmu seni (Gandharva), belajar ilmu politik (Dhandaniti atau nitisastra). belajar ilmu gaib atau kjnanan, termasuk belajar pengendalian diri lewat yoga, dan sebagainya.

Sistem pendidikan Hindu pada Asram tersebut di laksanakan dengan sistem yang sangat ketat atau disiplin tinggi. Peserta didik dilatih dan dibina untuk mengembangkan diri dengan pola disiplin yang baik, mantap, konsisten, dan bertanggungjawab. Peserta didik tidak diperkenankan bergaya hidup mewah, hura-hura, acak-acakan, dan liar keluar masuk secara bebas menurut kehendak masing-masing. Hal atau perilaku seperti itu tidak di ijinkan belajar pada pasraman atau asram. setiap peserta didik mendapatkan pengawasan yang sangat ketat dan di bina secara lembut, ramah, sopan, simpati, cinta kasih, penuh rasa sayang, dan suka menolong.



Pendidikan Hindu di Masa Kini

Dalam kekinian, bahwa sepanjang yang pernah dialami dan diamati mengenai sistem pendidikan Hindu di India dapat dikatakan baik dan memiliki kemajuan yang sangat signifikan, jika di bandingkan dengan negara-negara maju lainnya di Asia, seperti Singapura, Jepang, Cina, Malaysia, dan sebagainya. Negara India memiliki perhatian dan prestasi yang baik di mata dunia. Hal tersebet di buktikan bahwa di bidang teknologi telah berhasil diciptakan teknologi canggih oleh generasi India bernama Caulana yang telah mampu mengangkasa lewat ciptaannya. Beberapa hal yang patut ditiru dalam sistem pendidikan Hindu dari India berikut ini:


Catrawas

Dalam memberikan pelayanan yang maksimal terkait dengan pemondokan bagi para mahasiswa dari lokal dan dari negara asing, maka sistem pendidikan Hindu dikelola dengan penyediaan mess atau asrama yang memadai. Setiap mahasiswa dan mahasiswi yang hendak tinggal di asrama dapat dilayani dengan baik. Termasuk juga pelayanan konsumsi secara rutin oleh pembina asrama. Para mahasiswa dan mahasiswi tinggal membayar sesuai yang telah di tentukan. Dengan tersedianya mess atau catrawas maka upaya memacu prestasi bagi para peserta didik menjadi lebih menantang. Secara umum dalam amanat nyata di lapangan bahwa peserta didik yang tinggal di mess lebih awal menyelesaikan pendidikannya, karena secara rutin keseharian telah terlayani kebutuhan makanan dan minuman (bhojanam) dengan baik.


Catrawerti

Ada dorongan material bagi peserta didik yang studi dalam berbagai jenjang di India. Tidak saja peserta didik lokal, bahkan jutaan peserta didik dari negara asing juga mendapatkan perhatian stimulus berupa beasiswa (catrawerti) dari pemerintah India secara continou sesuai dengan jenjang pendidikannya yang ditempuh. Mulai dari jenjang strata satu (bachelor) sampai dengan strata dua (magister), dan strata tiga (doctoral) diberikan bantuan beasiswa oleh pemerintah India lewat lembaga pendidikan tinggi dimana peserta didik tersebut menempuh studi. Hal inilah yang nampak sebagai suatu kemajuan besar dalam pengelolaan pendidikan tinggi Hindia di India.


Catra Yatra

Secara rutin setiap semester atau dalam setahun ada dua kali perjalan studi yang diberikan kesempatan oleh pemerintah India, yakni pada musim panas dan pada musim dingin, yang biayanya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah India. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan refreshing kepada peserta didik, untuk lebih bersemangat lagi dalam menempuh dan menyelesaikan studinya. Saat catra yatra (mahasiswa studi banding) dilakukan ke berbagai daerah di wilayah negara bagian India, seperti ke kampus-kampus yang telah maju, karena bersejarah, ke tempat suci ke museum, mengenal peraban dan budaya setempat, mengenal seni, adat, dan kekhasan pencaharian masyarakat setempat dan sebagainya. Saat catra yatra dibimbing dan didampingi oleh dosen pembina dan perwakilan dari pihak kementrian pendidikan sebagai leading sector untuk memberikan petunjuk, arahan, binaan, dan guiding.


Adhyapaka-Adhyapika

Para pengajar atau dosen (adhyapaka ca adhyapika) memiliki kompetensi yang memenuhi syarat (qualified) yakni rata-rata berpendidikan doctor dan bahkan banyak yang telah menyandang jabatan guru besar (professor). Hal tersebut dirasakan ada nilai plus dalam dunia pendidikan Hindu di India, karena pengajarnya rata-rata telah berpengalaman di bidangnya. Para dosen yang berkualifikasi magister bisa di hitung dengan jari, artinya bahwa sangat langka dijumpai pada dosennya yang bergelar magister, kecuali dosen yang tergolqng magang atau honor. Masih juga ada nilai plus dari para dosennya adalah sebagai bagian besar para dosen telah mengalami pertukaran dosen secara lokal, nasional dan internasional melalui program visiting professor atau pertukaran dosen-dosen antar negara dan antar daerah di India. Progaram tersebut memberikan kesempatan dan memperluas wawasan para dosen yang pada akhirnya juga dikembangkah dan ditransfer kepada para asuhannya.


Sanggrahalaya

Pasilitas bagi mahasiswa-mahasiswi berupa koleksi benda-benda bersejarah dan memiliki nilai keilmuan, teknologi, budaya, seni, tradisi, pengobatan, perbintangan, dan sejenisnya telah diupayakan dengan penyediaan museum kampus (sanggrahalaya) dan museum yang ada di wilayah kota daerah setempat. Hal tersebut dapat memberikan dorongan dan stimulus menuju kemantapan prestasi belajar peserta didik dalam belajar. Para mahasiswa dengan mudah dan teratur bisa belajar dengan datang ke museum yang sekaligus sebagai lab kampus bagi peserta didik.


Yuva Mahotsava

Dalam hal pengembangan minat dan bakat bagi segenap peserta didik yang berasal dari lokal, nasional, dan internasional, maka pihak kampus memprogramkan sebua festival yang berskala besar berupa lomba keterampilan dan prestasi mahasiswa dinamai Yupa Mahotsava. Kegiatan tersebut secara rutin dilakukan mulai dari jenjang di tingkat kampus, ditingkat antar kampus di provinsi, dan ditingkat kampus secara nasional. Berbagai ragam budaya, seni, pertunjukkan, lomba, adu keterampilan, keilmuan, peragaan teknologi, dan adu prestasi bisa dipertontonkan dan dipresentasikan oleh peserta didik. Haltersebut juga memancing semangat belajar dan semangat menunjukkan kebolehan di bidang ilmu yang ditejumi


Nokari

Sebagai pendukung dalam berbagai program pendidikan pada perguruan tinggi di India, salah satunya adalah tenaga staf atau para pegawai (nokari). Bila diperhatikan secara kwantitas bahwa ukuran perguruan tinggi di India memiliki pegawai yang sangat terbatas. Tidak ada pegawai yang tergolong nganggur atau keluyuran. Jumlah pegawai pun sangat terbatas dan jika secara jujur dikatakan jumlahnya sangat sedikit. Entah apa yang menjadi alasan? kenyataannya jumlahnya sangat sedikit.


Karyalaya

Fasilitas yang cukup memadai dipersiapkan dalam pengelolaan dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam sistem pendidikan Agama Hindu di India adalah sarana prasarana kerja berupa ruangan kerja atau perkantoran, yang lazimnya di Indonesia sebagai rektorat, bila di India bahwa tempat kerja para pegawai dinamai karyalaya. Pada rungan kerja tersebut sudah tertata secara paten dengan skat yang cukup aman terbuat dari amterial besi atau sejenis terali, tetapi sekat ruangannya agak terbatas atau secukupnya untuk satu atau maksimal dua orang dalam ruangan tersebut. Hal itu menandakan bahwa pentingnya penghematan penggunaan ruangan bagi tenaga pegawai dan cara kerjanya juga sangat disiplin dan tepat waktu.


Ada sedikit keheranan jika dilihat dari cara melayani peserta didik, bahwa ditanamkan pola pelayanan yang disiplin yang begitu tinggi. Misalnya jika ada para mahasiswa-mahasiswi yang membayar biaya pendidikan pada suatu loket atau bagian keuangan maka sangat ketat diterapakan pola antri, dengan mengingat bahwa peserta didik yang dilayani sangat banyak, sedangkanyang melayani hanya seorang pegawai saja atau beberapa orang pegawai sesuai dengan kompetensinya. Begitu juga dalam hal yang lainnya, seperti pendaftaran awal semester (admission) bagi setiap mahasiswa-mahasiswi, juga diperlukan secara disiplin tetapi sangat efektif. Jadinya para mahasiswa-mahasiswi telah terbiasa untuk antre dan tidak ada yang saling srobot. Kalupun ada satu dua yang ingin mendahului, jika tidak mendapatkan ijin dari pegawai (nokari), maka keinginan untuk mendapatkan pelayanan lebih awal tidak bisa terwujud. Dengan demikian bahwa setiap pegawai sudah terbiasa mengkondisikan untuk melayani secara tenang, nyaman, teratur, tertib, dan tuntas-secara pola antri.


Bhojanalaya

Sebagai upaya memberikan perhatian dan pelayanan yang optimal di area kampus maka dibeberapa sudut kampus juga tersedia tempat penjualan makanan pokok untuk sarapan pagi (subhaha bhojan) atau pun makan siang (dopahar bhojan). Pada tempat yang secara khusus tersebut sudah tersedia berbagai makanan dan minuman (kana pakana) yang sesuai dengan selera kalagan peserta didik. Tempat khusus untuk membuat aneka ragam makanan keperluan rutin tersebut stara dengan istilah kantin atau bhojanalaya. Hal tersebut difasilitasi di area kampus dengan maksud untuk memberikan pelayanan di bidang komsumsi, selain yang telah dipersiapkan pada masing-masing mess kampus (catrawas).


Ksetralaya

Satu hal penting yang juga sebagai bagian dari pola pengelolaan pendidikan agama Hindu di Indiaf bahwa area kampus dipersiapkan satu area yang luas berupa tanah lapang yakni lapangan kampus yang di lengkapi dengan fasilitas sesuai keperluan untuk pelayanan peserta didik. Lapangan kampus (ksetralaya) difungsikan untuk aktivitas lomba (utsava), aktivitas olahraga (krida), aktivitas yang bersifat seremonial penting bagi kampus (subhacaram), dan aktivitas lainnya yang bersifat akademis dan untuk memacu akademis dan untuk memacu prestasi peserta didik. Setidaknya bahwa di area tanah lapang tersebut juga untuk kegiatan belajar secara relax bagi peserta didik sebelum memasuki ruang kuliah secara di kelas (classes).


Pada area tanah lapang (ksetralaya) tersebut telah ditata dengan berbagai tanaman perindang untuk menambah suasana kampus tidak kepanasan mengingat cuaca di India sangat dalam perubahan cuaca, suatu ketika musim panas (garami mosam), musim dingin (tandi mosam), musim huian (barsat mosam) dan musim gugur dilanjutkan dengan musim semi. Dengan upaya penanaman pohon pelindung untuk kampus, maka pada saat-saat musim panas menjadi lebih nyaman dan segar. Jadi area kampus nampak hijau dan tidak nampak area kampus gersang, karena banyak tanaman pelindung (parvat) yang besar fumbuh dengan suburnya.


Kaksa

Fasilitas penting yang mendukung aktivitas pembelajaran dan pengajaran adalah berupa ruangan kuliah (kaksa). Ruangan kuliah telah ditata sedemikian rupa dalam bentuk kelas mini untuk ukuran perkiliahan yang diikuti oleh beberapa mahasiswa-mahasiswi, terutama untuk kelas khusus. Begitu pula untuk perkuliahan yang tergolong standar untuk pembelajaran bagi mahasiwa strata satu (bachelor) dan mahasiswa strata dua (magister). Mengingat kalaii mahasiwa strata satu jumlah mahasiswanya sangat membludak jika dibandingkan dengan mahasiswa program magister, maka penggunaan ruangan kelas untuk belajar dibuatkan ruangan kelas tergolong standar. Beda lagi untuk mahasiswa program doctoral bahwa kegiatan untuk di kelas tergolong sangat terbatas mengingat program doctor adalah tergolong sebagai sarjana penelitian (scholar research). Jadinya kegiatan kelas untuk program doctor sangat terbatas, kecuali ada presentasi, seminar penelitian, kegiatan konsultasi, dan aktivitas exam atau ujian (pariksa).


Masing-masing kelas sudah disiapkan secara teratur sesuai dengan prodinya, misalnya kelas untuk prodi filsafat (darsanam kaksa), kelas untuk tata bahasa Sanskrit (vyakarana kaksa), kelas untuk pertemuan atau rapat (subha kaksa), dan sebagainya. Begitu juga untuk kelas-kelas yang dipergunakan untuk kegiatan kuliah umum atau kuliah dengan peserta mahasiswa-mahasiswi yang sangat banyak, maka dipersiapkan ruangan agak luas dan besar (bara kaksa).


Sarva Sabha

Bilamana ada kegiatan kampus yang memerlukan kapasitas ruangan yang tergolong besar dan menampung peserta yang sangat banyak, maka ruangan khusus telah dipersiapkan berupa aula atau auditorium (sarva sabha). Ruangan tersebut difungsikan untuk kegiatan seminar (tarka vitarka), rapat terbuka kampus (bahut uttama sabha), kegiatan penamatan peserta didik (wisuda), dan kegiatan lainnya untuk kepentingan kampus. Intinya bahwa semua kegiatan kampus yang berskala besar, peserta yang banyak, dan sifatnya seremonial dipilihlah tempatnya di ruangan aula tersebut.


Brahmacharya

Apa makna brahmacharya? Makna utamanya adalah hidup berguru secara spiritual untuk mempelajari ajaran agama Hindu. Cara teori untuk mempelajari ilmu dan sastra agama Plindu yang mencakup tattwa (filsafat), susila (etika), acara (ritual), dharma (kewajiban dan hakekat kebenaran), tatvamasi (toleransi), sraddha (kepercayaan dan keyakinan), bhakti (penghormatan atau pengabdian), siksa (pendidikan), sanskriti (budaya), rajaniti (ilmu politik), artha sastra (ekonomi), usadha (obat-obatan), dan sebagainya. Melalui sistem pendidikan agama Hindu dengan konsep bramacharya, maka tujuan untuk mewujudkan kader Hindu yang berkualitas dan bertanggung jawab dapat mencapai hasil maksimal.


Sistem pendidikan agama Hindu di India dari masa lalu sampai dengan masa kini ada dinamika pengelolaannya, baik yang menyangkut sumber daya manusianya (SDM), fasilitasnya, program pendidikannya, dan peserta didiknya. Pada masa lalu bahwa keberadaan asram masih sangat mendominasi bagi kalangan masyarakat India. Ini berarti bahwa sistem asram bukan berarti sudah ditinggalkan oleh penggemar ilmu dan teknologi. Pola asram lebih penekanan kepada pembinaan kehidupan beragam Hindu dan pembinaan ketahanan dan kemantapan spiritual. Namun dalam pola atau sistem pendidikan yang dimodifikasikan ala modern di masa kini adalah sistem yang dikonvergensikan dengan pola yang berkembang dari berbagai pengaruh keilmuan atau multi effect of knowledge.


Sistem asram lebih menekankan pemantapan pada pembinaan spiritual generasi penerus atau pelajar, sedangkan sistem yang termodifikasi dengan sistem pendidikan kekinian adalah dalam upaya antisipasi dinamika multi science (sva jnana) tersebut. Hal itu terbukti dapat dilihat di Banares Hindu University (BHU) di Banares, uttar Pradesh, India, bahwa berbagai ilmu atau disipilin bisa dipelajari di kampus tersebut. Tidak hanya bidang keilmuan agama Hindu, tetapi juga di bidang exact pun juga bisa ditempuh di BHU. Hal itu menandakan bahwa kemajuan di bidang keilmuan dan teknologi memang diajarkan dalam agama Hindu yang dikenal dengan konsep tri samaya yakni atita atau di masa lalu, di masa kini atau wartamana, dan dimasa yang akan datang adalah nagata.


Disadari bahwa keberadaan agama Hindu sangat adaptif dan pleksibel sesuai dengan pola ajarannya yang di namai drsta atau sima. Mau belajar di asram silakan dan mau study atau adhyayanam di university (maha vidyalaya) juga tidak dipersalahkan. Tergantung pada target yang ingin disasar oleh peserta didik. Tujuan utama dalam sistem pendidikan agama Hindu adalah terwujudnya insan Hindu yang suputra (putra utama) dan suputri (putri utama). Selain itu juga untuk mewujudkan insan yang zoidyan tarn atau beipengetahuan luas di bidang agama Hindu.


Selasa, 24 November 2020

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

 

ARTIKEL

 KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN




 

 

 

 


OLEH:

NAMA      : NI KOMANG SANDIASIH

             NPM          : 202004

             PRODI       : BAHASA BALI

             MAPEL     : KEWIRAUSAHAAN

STKIP

PENDIDIKAN BAHASA BALI

TAHUN AJARAN 2020/2021


BAB I

Pendahuluan

 

v Latar belakang faktor masalah

 

Belakangan ini banyak sekali permasalahan yang terjadi di berbagai bisnis atau usaha.

Adapun berbagai karakteristik dari seorang wirausahawan, yang sangat mempengaruhi usaha yang akan di jalankan oleh pengusaha.

 

v Rumusan masalah

 

Lantas bagaimanakah cara untuk menanggulangi keugian pada pengusaha ?

 

 

v Tujuan dari penulisan artikel

 

Mampu menjelaskan karakteristik dari seorang wirausahawan

 

BAB II

Pembahasan

v Karakteristik wirausahawan

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi,mngembangkan,dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang , cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptakan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Wirausaha adalah seseorang yang membangun usaha baru ataupun seseorang yang menciptakan lahan pekerjaan baru yang disesuaikan dengan modal yang ada, dan wirausaha bisa digolongkan menjadi usaha besar, menengah ataupun usaha kecil.

Proses kewirausahaan biasanya diawali dengan adanya inovasi. Biasanya inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi,kebudayaan dan lingkungan.

Adapun beberapa golongan usaha yaitu yang pertama Golongan Pengusaha Besar biasanya seseorang yang memiliki modal yang besar untuk bisnis sampai ke mancanegara dan biasanya memiliki banyak karyawan. Contoh: seperti pabrik rokok RAW yang memiliki banyak karyawan.

Yang ke dua  Golongan pengusaha Menengah biasanya seseorang yang memiliki modal yang lumayan, target pengusaha biasanya pasar di dalam negeri atau yang berada di dalam daerahnya saja dan pengusaha menengah hanya memiliki beberapa karyawan saja. Contoh: seperti rumah makan kumendel dan toko rahayu.

Yang ke tiga  Golongan Pengusaha kecil pengusaha yang biasanya targetnya hanya dilingkungan sekitar rumahnya saja karna modal yang di miliki kecil atau minim dan tidak harus memiliki karyawan.Contoh: penjual gorengan yang ada dipinggir jalan dan juga penjual jagung bakar.

 

v Seorang Wirausahawan Harus Memiliki :

 

o   Jiwa yang kuat kenapa harus kuat karena, jika seorang wirausahawan memiliki jiwa yang lemah maka jika dia menemukan masalah dia akan cepat menyerah.

o   Memikirkan hal-hal yang baru kenapa harus selalu memikirkan hal yang baru kerana, jika seorang pengusaha tidak memikirkan hal yang baru untuk usahanya maka bisa akan cepat mengalami kebangkrutan.

o    Bisa melihat peluang yang ada seorang pengusaha harus bisa melihat peluang-peluang yang ada untuk memajukan usahanya dan juga bisa mengembangkan atau membuka cabang di tempat lain.

o   Inovasi produk yang terbaru yaitu inovasi produk dan inovasi pelayanan. Dengan adanya inovasi akan meningkatakan daya saing usaha dan daya tarik produk, sehingga peluang usaha untuk berkembang terbuka lebar.

o   Mengerti preferensi konsumen yaitu untuk mengetahui apa yang di inginkan oleh konsumen, dan tau produk-produk yang kekinian.

o   Berani tampil beda yaitu berani menampilkan hasil produk kita yang berbeda dengan yang lain.

o    Memiliki konsep dan strategis praktis yaitu tempat atau lokasi yang di pilih harus strategis dan konsep ruangannya harus berbeda dari yang lain.

o   Berani mengambil resiko setiap kegiatan memiliki resiko termasuk kegiatan usaha. Wirauahawan yang baik merupakan wirausahawan yang berani mengambil resiko, selama resiko tersebut dapat di perhitungkan,dicegah,dan ditanggulangi.

o   Tekun dan teliti tekun adalah perilaku yang menunjukan itensitas tinggi dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena kegiatan usaha merupakan kegiatan kompleks, dibutuhkan ketekunan untuk menjalankannya. Tanpa ketekunan, kinerja usaha menjadi tidak efektif, sehingga beresiko mengalami kegagalan dan disitu juga diperlukannya ketelitian.

o    Memiliki rasa tanggung jawab yaitu selalu bertanggungjawab dengan apa yang telah di buat dan dibangun selama ini.

o   Berani menerima kritikan dari orang lain yaitu seorang wirausahawan harus berani menerima kritikan dari orang lain, jika itu memang kurang memuaskan dari konsumen atau pembeli.

o   Berorientasi pada proses dan hasil yaitu wirausahawan merupakan profesi yang menekankan pada fokus dan itensitas tinggi dalam kinerja.Oleh karena berfokus pada proses dan hasil, wirausaha harus senantiasa mencurahkan pikiran,waktu,dan tenaganya agar proses dan hasil usahanya sesuai target.

o   Memiliki jiwa kepemimpinan yaitu kegiatan usaha merupakan kegiatan yang melibatkan orang lain, antara lain konsumen, karyawan, mitra usaha, pemerintah, dan sebagainya. Sehingga dibutuhkan jiwa kepemimpinan, hal ini penting dalam pengelolaan sumber daya manusia (karyawan) dan pengambilan keputusan dalam bekerja sama dengan pihak lain  (mitra usaha,pemerintah).

o   Orisinil yaitu Orisil artinya asli. Wirausahawan yang baik adalah yang memiliki orisinalitas,baik dalam bekerja maupun produk yang dihasilkannya. Tanpa orisinalitas, kinerja usaha dan produknya tidak memiliki karakter khas sehigga tidak menarik di mata konsumen dan mitra usaha.

o   Jujur yaitu kesesuaian antar pikiran,perkataan,dan perbuatan dengan kenyataan dan peraturan yang berlaku. Wirausahawan yang baik adalah yang memiliki kejujuran. Hal ini penting agar dalam menjalankan usahanya,tidak ada pihak yang dirugikan dan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan. Wirausahawan harus jujur kepada diri sendiri, karyawan, konsumen, mitra usaha, dan pihak-pihak yang lainnya yang terkait.

 

v Seorang Wirausahawan Harus Bisa Menyikapi Kegagalan:

Kegagalan usaha merupakan salah satu risiko usaha yang banyak terjadi dalam dunia usaha. Setiap usaha memiliki potensi untuk gagal.Oleh karena itu, wirausahawan hendaknya memiliki sikap positif dalam menghadapi kegagalan usaha. Adapun 6 (enam) cara menyikapi kegagalan yaitu :

1.     Berfikir positf

Kegagalan usaha merupakan sebuah kenyataan, maka harus di terima dengan iklas, sabar, dan tabah. Tanpa menerima kenyataan, hanya akan membuat mental wirausahawan semakin memburuk. Selain menerima kenyataan, wirausahawan harus memaknai kegagalan yang dialaminya sebagai bahan pembelajaran untuk bangkit memulai usaha baru.

2.     Mencari penyebab kegagalan usaha

Kegagalan usaha tidak boleh dibiarkan begitu saja dan dimaknai sebagai takdir , namun harus dianalisis dan dicari penyebabnya sehingga menjadi masukan bagi wirausahawan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerjanya.

3.     Mengatasi kegagalan usaha

Setelah kegagalan diketahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah mengatasi kegagalan usaha. Mengatasi kegagalan merupakan cara untuk Bangkit kembali dan memulai lagi apa yang sudah dikerjakan. Mengatasi kegagalan usaha dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya kursus, les, mengikuti pendidikan dan pelatihan, mengikuti lokakarya, mengikuti seminar dan lain sebagainya.

4.     Menningkatkan karakter dan kompetensi usaha

Untuk bangkit dari kegagalan diperlukan karakter dan kompetensi yang sesuai. Oleh karena itu wirausahawan perlu menigkatkan karakter dan potensinya melalui berbagai cara, misalnya kursus dan lainsebagainya.

5.     Mencari peluang usaha

Setelah kompetensi dan karakter wiausahawan meningkatkan dan siap untuk memulai kembali usaha, wirausahawan perlu mencari dan mengetahui peluang usaha yang ada. Hal ini penting agar usaha yang dibangun kembali mendapatkan peluang untuk berkembang.

6.     Melakukan inovasi usaha

Setelah peluang diketahui, langkah selanjutnya adalah melakukan inovasi, yaitu inovasi produk dan inovasi pelayanan. Dengan adanya inovasi dan meningkatkan daya saing usaha dan daya tarik produk, sehingga peluang usaha untuk berkembang terbuka lebar

 

v Menjadi Pengusaha Yang Baru

Menjadi pengusaha tidaklah semudah yang kita bayangkan, kita harus mengerti apa yang bisa di pasarkan di pasaran saat ini, selain itu kita harus mengerti dengan modal yang ada, kita bisa memulai dengan usaha yang kecil terlebih dahulu untuk mengetahui minat seseorang terhadap apa yang kita jual, selain itu kita harus memiliki niat atau tekat yang kuat untuk membangun sebuah usaha agar suatu saat usaha yang kita miliki tidak sia-sia pada suatu hari nanti.

 

v Permulaan Yang Baik

Biasanya setiap orang berfikir jika seorang remaja bukan lah seorang yang berwirausaha dengan baik, ternyata semua hal itu ialah salah, karena biasanya watak berwirausaha yang baik adalah sejak kita masih muda atau remaja, sejak masih remaja jika kita selalu berpikir untuk siap maju dan siap bersaing kita akan selalu siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang ada, di masa remaja pun kita masih bisa belajar melalui banyak hal dan pengalaman ynag baik untuk di kemudian hari.

 

v Motivasi Diri

Motivasi diri biasanya datang dari keluarga, teman dan sahabat, motivasi dari orang-orang seperti itulah yang membuat diri kita bisa menjadi melangkah untuk menjadi lebi berani, lebih baik lagi dan membuat seseorang menjadi tidak gampang menyerah, dan yang terpenting selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Jika kalian mau memulai usaha yang baru, kalian harus memperhatikan: Modal,strategi, karyawan, tempat, dan usaha yang akan dibuat. Kalian juga jangan gampang menyerah, teruslah berusaha, belajar dengan baik dari pengalaman dan orang-orang yang sudah berpenglaman,ingat semua masalah dapat dipecahkan dengan kerja keras dan semangat.

 

 

BAB III

Penutup

v Kesimpulan

 

Jadi dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa banyak sekali karakteristik wirausahawan dan juga hal yang perlu di tanggulangi saat mengalami kebangkrutan.

Jika kalian salah satu dari seorang pengusaha, kalian harus benar-benar siap untuk menjalani semua yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan.


 

 

 

 

 

 

 

gyfu